Drama Tanda Tanya – ARM

Posted: May 31, 2013 in Kisah Para Alien (INFJ)
Tags: , , , ,

Prolog

Saya menemukan INFJ nyaris tanpa kesengajaan (baca: apa ada yg namanya kebetulan dalam hidup?), saat itu saya sedang mengirim email, namun waktu menunggu upload cukup lama, tiba-tiba terpikir saya selalu kebingungan setiap mengisi psikotes utk mendapatkan pekerjaan. Ah iseng aku ketik di google, personality test, I have no idea di hal. Pertama yg mana yg harus aku pilih, saya klik situs humanmetric.com, aku selesaikan tes (saya ga tau sama sekali bahwa itu adalah tes MBTI) lalu submit lihat hasil, didapatlah INFJ,

1

apaan ini, aku ketik di google INFJ, dgn profile yang cukup mencengangkan, INFJ didaulat tipe kepribadian paling langka, otomatis saya langsung merasa syok sendiri; pantas saja pikir saya, saya selama ini memang merasa berbeda dengan orang lain, tapi saya tidak mengerti kenapa saya berbeda..

similarmind2Saya cari lagi profile yang lain, dan cukup freak juga ketika melihat profil yang nyaris sedetail itu meng x-ray diri saya yang sesungguhnya.., ada sedikit perasaan lega dan tenang.. Ya ini menjelaskan semua perilaku saya selama ini, dan saya normal: yeea…, setelah itu tibalah masa penolakan diri, masa aku seaneh itu ya, sebeda itu dengan orang lain dan selangka itu?.. Aku tes lagi di situs yg sama, dan mendapat hasil yang sama, trus aku tes lagi di situs yangg lain, similarminds.com, sama jg, masih penasaran saya tes lagi di situs lain dan sama juga, sudahlah berarti memang aku INFJ..

cognitivequizcom2

Tibalah fase kedua, fase penerimaan diri, didalam fase ini saya mengumpulkan tenaga untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa itu INFJ, kata yg baru aku kenal, tapi sangat menarik dan membuat penasaran pada waktu itu, di fase ini saya mulai memahami diri saya yang tergambar jelas sesuai deskripsi INFJ, saya memang beda, misterius, rumit, sulit dimengerti dan abstrak, saya mulai menerima itu.., namun secara pribadi saya kurang suka disebut aneh apalagi tidak normal :D, mengapa? Karena bagi saya julukan tersebut tidak adil, tendensi justifikasi tanpa didasari pengertian, bagi saya normal itu hanyalah sebuah persepsi kaum terbanyak mendefinisikannya dan mereka menganggap semua org seperti itu (“normalnya”), lalu mencap orang yang berbeda dengan kaum terbanyak sesuka mereka (pdhal umumnya mereka tidak mengerti), jika kami INFJ lebih banyak maka definisi normal akan berubah seperti bagaimana kaum INFJ mendefinisikannya. – namun yang terpenting dan  paling indah adalah saling menghargai dalam perbedaan.  Bagi saya akan lebih bijak untuk  memahami sesuatu terlebih dahulu sebelum menilai.

PsikologizoneFase selanjutnya adalah fase dimana INFJ menyelamatkan saya..(Thx to Carl Jung) karena sebelum mengetahui mengenai INFJ.. Hampir seumur hidupku habis dgn bertanya  mengapa aku berbeda dgn org lain, semasa sma aku pernah kebingungan apakah aku alien?  Apakah aku tidak normal? Apakah benar aku aneh? Sulit bagi orang lain untuk memahami saya, apa yg salah? Ternyata memang tidak ada yg salah, aku hanya langka (umumnya dipercaya 1% populasi dunia).. Jadi mereka tidak terbiasa dgn jenis kepribadian ini, mereka bukan hanya tidak terbiasa tapi kebanyakan tidak mengetahui apa itu INFJ.

Epilog.
Saya ingin bisa lebih dipahami karena saya memang ingin diperlakukan sebagaimana umumnya manusia.  Saya memang sedikit berbeda, dan saya bangga akan diri saya!.

original_2

By : ARM (mulia.rahman.andri@gmail.com)

3D_animated_vector_globe

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s