Refleksi

Posted: May 31, 2013 in Kisah Para Alien (INFJ)
Tags: , , ,

By : Radtyo.

Malam ini saya bener-bener mager. Mager disini berarti males gerak, sebuah singkatan yang akhir akhir ini lagi ngetren di kalangan orang-orang sekeliling saya. Sebenernya lama saya nggak nulis santai kayak gini. Tanpa merhatiin struktur kalimat, besar kecilnya huruf, sama hal-hal lainnya. Jadi ceritanya malam ini saya mau nulis…santai.

Lumayan banyak kegiatan hari ini, mulai dari PLO sampe diklat DKA. Terus akhir-akhir ini rasanya hari-hari berlalu dengan cepat, gak kerasa udah weekend lagi. Gak kerasa sekarang udah malem minggu lagi, sabtu malem kalo kata yang jomblo. Di luar hari-hari yang terasa cepat, ada banyak cerita yang sebenernya pengen saya tulis disini. Tapi entah, selalu nggak sempat atau badmood setiap kali udah duduk manis di depan laptop.

Berhubung lagi niat, saya sekarang kepengen nulis. Cerita pertama adalah teman saya, wanita, sebut saja namanya Nona. Si Nona ini teman SMA saya, lulus bareng, masuk kuliah juga bareng, kebetulan juga kuliah di kampus yang sama seperti saya. Dulu, waktu awal-awal kami masuk si Nona dekat banget dengan kami, kumpulan perantau asal sebuah kota di Jawa Tengah. Kemana-mana kami selalu bareng Nona, makan bareng, jalan bareng, belajar bareng, kumpul juga bareng. Entah sejak kapan, Nona ini mulai berubah. Saya jadi jarang ketemu dia di kampus, sabtu-minggu ketika para perantau berkumpul, si Nona ini menjadi jarang kelihatan. Bukan jarang sih, tidak pernah malah. Sampe akhirnya, para perantau ini (termasuk saya) punya sebuah tempat berkumpul yang fix, semacam tempat nongkrong di akhir minggu. Si Nona ini kemudian menghilang dari kalangan perantau, tidak pernah namanya disebut-sebut lagi ketika kami sedang berkumpul. Sedih ya ? Padahal kami satu kampus, seharusnya bisa paling tidak bertemu sesekali. Atau mungkin bisa juga si Nona meluangkan waktunya satu sampai dua jam dalam seminggu untuk berkumpul dengan kami, para perantau. Tapi kembali ke diri masing-masing, namanya juga manusia, pasti punya kesibukan tersendiri kan ya ? Mungkin saja sayanya yang terlalu nganggur jadi masih bisa kumpul sama teman-teman (lama) saya yang (masih) senasib dan seperjuangan.

Itu tadi cerita pertama, yang kedua, tentang PLO hari ini. Saya datang telat, sekitar jam dua belas karena harus mengikuti diklat DKA dahulu. Kebetulan tadi ketika saya datang sedang ishoma, jadinya agak santai. Yang menarik, materi hari itu adalah tentang ‘menemukan jati diri’. Si motivator sempat menjabarkan teknik untuk ‘menemukan jati diri’ itu, kalau tidak salah namanya teknik SWOT. Intinya sih, lebih ke arah merenungkan diri sendiri, menemukan apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang dicemaskan. Lalu ketika saya mendengar penjelasan, saya jadi keingetan tentang personality type. Lupa namanya, pokoknya ada 16 personality yang dibentuk dari empat huruf. Salah satunya INFJ, contohnya saya dan seorang teman saya. Huruf I di situ singkatan dari Introvert, saya Introvert tetapi tiga huruf lainnya merubah persepsi Introvert di diri saya. Dari yang dijelaskan oleh motivator, orang Introvert cenderung pendiam, suka menyendiri, dan tidak banyak yang tahu. Adanya huruf N, F, J menjadikan orang-orang Introvert ini bukan tipe orang Introvert seperti penjelasan motivator. Orang-orang INFJ cenderung terlihat seperti orang-orang ekstrovert, agak banyak bicara dan terkesan sosialis. Bagi saya ini kadang-kadang menjadi sesuatu yang fatal, terkadang orang melihat saya begitu meskipun sebenarnya saya tidak begitu. Ada beberapa saat ketika seorang INFJ berlaku seperti biasa, seperti tidak ada apa-apa, tetapi sebenarnya ada sesuatu yang membebani orang itu. Bagi saya INFJ seperti badut, ada sebuah make up tebal yang membuat dia terlihat seperti selalu tersenyum dan gembira. Entah ini sebuah kelemahan atau kelebihan, yang jelas semakin hal ini saya pikirkan, semakin ragu saya dengan diri saya sendiri. Ujung-ujungnya kalau saya ragu, orang-orang di sekitar saya kena imbasnya, saya jadi menarik diri dan kehilangan kepercayaan ke orang-orang di sekitar saya.

Ya itu tadi sih sedikit cerita yang ada di pikiran saya akhir-akhir ini. Semoga saja, besok si Nona ikut berkumpul dengan para perantau lagi. Semoga juga cerita kedua memberi gambaran tentang sesuatu (entah sesuatu itu apa, abstrak), saya bisa bilang orang-orang INFJ sebenarnya cuma butuh satu hal kok. Seorang teman, yang entah bagaimana caranya bisa mengerti orang itu gimana, bisa tau kapan harus mensupport, dan bisa maklum ketika ditinggalkan. Teman yang nggak sembarang men-judge, yang nggak sembarang ‘menampar’ tetapi masih bisa mengembalikan orang itu ke realita ketika dia melayang bebas di dalam imajinasinya.

Jangan-jangan saya kesepian ya ?
Tetapi dengan semua syarat itu sampai sekarang sih, saya baru ketemu satu orang.

By Radtyo  (http://radtyo.blogspot.com/2012/03/refleksi.html)

3D_animated_vector_globe

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s